ILUSTRASI. Head of Smart City and Community Innovation Center ITB, Prof. Suhono Harso Supangkat saat ajang tahunan Sustainability Practitioner Conference (SPC) | 25/10/2025 3:24 pm, by ICSP Editor

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Mengusung tema “Sustainability in the Age of Artificial Intelligence (AI)”, Institute of Certified Sustainability Practitioners (ICSP) bersama National Center for Corporate Reporting (NCCR) kembali menggelar ajang tahunan Sustainability Practitioner Conference (SPC).

Tahun ini menjadi penyelenggaraan ke-10, yang digelar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Brawijaya, Malang, Kamis (23/10/2025) lalu.

 

Baca Juga: Telkomsat dan Kemenkes Kembangkan Layanan Telehealth Berbasis AI

Konferensi ini mengajak peserta mengeksplorasi strategi pemanfaatan teknologi digital, khususnya kecerdasan buatan (AI), untuk mencapai keseimbangan antara inovasi, efisiensi, serta tanggung jawab sosial dan lingkungan.

Direktur Eksekutif NCCR Ali Darwin menjelaskan, fungsi AI kini bergeser dari sekadar alat efisiensi menjadi solusi aktif bagi tantangan ekonomi, sosial, dan lingkungan.

“Dengan kemampuannya mengolah miliaran data global, AI membantu kita menemukan cara paling efisien untuk menghemat energi, menekan jejak karbon, hingga memproyeksikan perubahan iklim dan mengantisipasi risiko sebelum bencana terjadi,” ujarnya melalui keterangan resminya.

Ali menegaskan bahwa kemajuan digital dan AI menjadi dua kekuatan besar pembentuk masa depan ekonomi global, namun tetap harus diimbangi dengan tanggung jawab etis dan ekologis.

“Teknologi hanyalah sebaik nilai-nilai yang menuntunnya. Dengan pendekatan berkelanjutan, AI dapat menjadi motor penggerak ekonomi hijau dan pembangunan yang lebih adil,” katanya.

Dari sisi pemerintah, Koordinator Ekosistem dan Ruang Digital Bappenas, Andreas Bondan Satriadi, menyoroti potensi besar AI terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Pemanfaatan AI diperkirakan dapat memberi kontribusi hingga US$366 miliar terhadap PDB Indonesia pada 2030. Ini menunjukkan bahwa AI bukan lagi teknologi masa depan, melainkan bagian integral dari strategi pertumbuhan ekonomi nasional,” jelasnya.

Ia menambahkan, penguatan ekosistem AI di Indonesia telah diatur melalui Strategi Nasional Kecerdasan Buatan 2020–2045 serta Surat Edaran Menkominfo No. 9/2023 tentang Etika Kecerdasan Buatan.

Pemerintah juga tengah menyusun Peta Jalan Kecerdasan Buatan Indonesia (Indonesia’s AI Roadmap).

Sementara itu, Head of Smart City and Community Innovation Center ITB, Prof. Suhono Harso Supangkat, menjelaskan bahwa penerapan AI dalam konsep kota kognitif (cognitive city) akan membawa evolusi dari sekadar smart city menuju kota yang mampu belajar dan mengambil keputusan secara dinamis.

“Kota kognitif tidak hanya efisien, tetapi juga adaptif dan berkesadaran—menggunakan AI untuk memahami dan menyesuaikan kebutuhan warganya,” ujar Suhono.

Dari sektor industri, Senior Vice President of Business and Service Delivery PT Sinergi Informatika Semen Indonesia, Fachlul Infithar, menilai AI memiliki peran penting dalam mendukung transformasi bisnis berkelanjutan.

Ia menjelaskan empat elemen utama penerapannya: efisiensi energi dan proses, prediksi emisi serta konsumsi sumber daya, optimalisasi rantai pasok, dan pemanfaatan data untuk pengambilan keputusan.

Ketua Dewan Pengurus ICSP Prof. Dr. Sylvia Veronica N.P. Siregar menambahkan bahwa AI dapat menjadi katalis penting dalam mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs).

“AI memungkinkan pemantauan emisi secara real-time, pengoptimalan rantai pasok, serta analisis data sosial-lingkungan dalam skala besar. Teknologi ini membantu bisnis mengantisipasi risiko iklim, pemerintah merancang kebijakan cerdas, dan akademisi mempercepat penelitian berdampak nyata,” tutur Sylvia.

Konferensi SPC ke-10 ini menegaskan bahwa AI bukan hanya simbol kemajuan teknologi, tetapi juga mitra strategis dalam perjalanan menuju transformasi keberlanjutan.

Acara ini terselenggara berkat kolaborasi ICSP, NCCR, FEB Universitas Brawijaya, serta dukungan dari PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim).


Sumber : https://industri.kontan.co.id/news/ai-dan-keberlanjutan-jadi-fokus-sustainability-practitioner-conference-spc-ke-10

Categorised in . Submitted by ICSP Editor

CSRS+

The Certified Sustainability Reporting Specialist (CSRS) is one of the world’s premier and oldest assessments to promote and build sustainability skills, providing confidence and overall standards to help businesses, governments, and NGOs develop the best practice in sustainability management.

Learn More

CSRA

Certified Sustainability Reporting Assurer (CSRA) is a professional training program intended for sustainability and assurance practitioners. The program aims to enhance participants’ technical understanding and practical capabilities in conducting sustainability report assurance based on the GRI Standards and ISSA 5000, covering verification of sustainability performance, controls, and reporting processes.

Learn More

CSFS

The Certified Sustainability Financial Specialist (CSFS) Certificationis based on the International Sustainability Standards Board (ISSB) Standards, specifically IFRS1 and IFRS2, which aim to establish a global baseline for sustainability disclosure requirements.

Learn More

  PARTNERS

The National Center for Corporate Reporting (NCCR), formerly known as the National Center for Sustainability Reporting (NCSR), was established in 2005 to support the development of sustainability competencies in Indonesia. NCCR continues to align its programs with global sustainability developments and is recognized as a GRI Certified Training Partner and the IFRS Sustainability Alliance. NCCR organizes an annual sustainability reporting assessment, now known as the Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT), which serves as a platform to promote transparency, accountability, and excellence in sustainability reporting.

ESG Academy is an affiliated company of the National Center for Corporate Reporting (NCCR) that supports organizations and professionals in integrating sustainability into business strategy. Through knowledge sharing and capacity building on Environmental, Social, and Governance (ESG) principles, SG Academy strengthens the capacity of stakeholders to navigate the transition toward sustainable business practices and long-term value creation.

Perkumpulan Assurer Profesional Indonesia (PAPI) is an independent professional organization representing sustainability report assurers in Indonesia, with a strong commitment to integrity, competence, and the quality of assurance practices. Founded in November 2025, PAPI emerged in response to the growing need for reliable assurance of sustainability information. The development of regulations, increasing market expectations, and demands for transparency have reinforced the importance of assurers who possess strong competencies, multidisciplinary understanding, and a high level of independence.

If you have further question, please do not hesitate to contact us.