| 25/01/2023 7:26 am, by ICSP Editor
KBRN, Malang : Institute of Certified Sustainability Practicioners (ICSP), bekerja sama dengan National Center for Corporate Reporting (NCCR) dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (FEB UB) berkomitmen untuk berkontribusi dalam hal pengendalian emisi gas rumah kaca. 
 
Untuk itulah digelar Seminar Nasional Keberlanjutan, dengan mengusung tema Pengendalian Emisi Gas Rumah Kaca Melalui Mekanisme Nilai Ekonomi Karbon (NEK), Sabtu (14/1/2023) di Gedung F FEB UB, Malang.
 
Sebagai organisasi yang didirikan untuk memberikan edukasi kepada para profesional dalam mengelola serta melindungi sumber daya alam dan sumber daya sosial masyarakat sesuai dengan panduan dan prinsip profesional, ICSP menggelar seminar nasional ini bagi alumni National Center for Corporate Reporting (NCCR) yang telah mendapat sertifikasi Certified Sustainability Reporting Specialist (CSRS) dan terdaftar sebagai anggota ICSP. 
 
Mereka bekerja sebagai dosen di berbagai Perguruan Tinggi dan praktisi sustainability di beberapa perusahaan. Beberapa peserta seminar juga berasal dari konsultan sustainability.
 
Diskusi ini menghadirkan tiga panelis. Pertama, Dr. Wahyu Marjaka, M. Eng, Direktur Mobilisasi Sumberdaya Sektoral dan Regional KLHK, yang menyampaikan materi seputar Mekanisme Nilai Ekonomi Karbon. 
 
Kedua, Martinus Haryo Sutejo, ST., M.Sc., CSRA ESG and Carbon Accounting Expert, PT Surveyor Indonesia membahas seputar Climate – Related Disclosure, dan ketiga, Dr. Ali Darwin, Ak., M.Sc. CSRA Direktur Eksekutif, ESG Academy, National Center for Corporate Reporting, yang membahas seputar Greenhouse Gas Calculation.
 
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh berbagai upaya dalam pengendalian Emisi Gas Rumah Kaca (GRK) yang sudah dimulai sejak 1977 melalui Protokol Kyoto, namun tidak menunjukan hasil yang signifikan. Oleh sebab itu, Kesepakatan Paris 2015 dianggap sebagai momentum untuk mengendalikan emisi GRK secara lebih terstruktur, terencana dan penuh komitmen oleh masyarakat global. Masing- masing negara telah menyatakan komitmen penurunan emisi GRK.
 
Indonesia berjanji menurunkan Emisi GRK sampai tahun 2030 sebesar 29% dengan upaya sendiri atau hingga 41% jika tersedia bantuan internasional. Sementara itu, keseriusan pemerintah Indonesia untuk berkontribusi dalam upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim ditunjukan dengan dikeluarkannya berbagai regulasi dan instrumen serta menjalankan berbagai langkah strategis, yang semuanya bertujuan untuk mengendalikan emisi GRK. 
 
“Untuk itu, peningkatan kapasitas di koorporasi dikembangkan oleh NCCR, dengan begitu semua perusahaan bisa berparitispasi dalam misi, meskipun selama ini peran praktisi atau perusahaaan sangat luar biasa,” kata Darwin.
 
Ia berharap upaya-upaya pengendalian emisi gas rumah kaca yang dilakukan UB bisa menjadi percontihan tak tak hanya di Indonesia, tetapi di dunia.
 
“Suistanability harus dimulai dari kampus,” singkatnya. 
 
Hal senada diungkapkan Direktur Mobilisasi Sumberdaya Sektoral dan Regional KLHK, Wahyu Marjaka. Menurutnya, perguruan tinggi sebagai sumber ilmu pengetahuan punya peran utama dalam misi ini. 
 
“Perguruan tinggi jadi sumber ilmu pengetahuan jadi harus kita gandeng. Pengelolaan UB Forest sebagai upaya pengendalian emisi gas rumah kaca harus 
digodok lebih serius, ini modal yang sangat bagus dan positif dari perguruan tinggi,” tandasnya. 

Categorised in . Submitted by ICSP Editor

CSRS+

The Certified Sustainability Reporting Specialist (CSRS) is one of the world’s premier and oldest assessments to promote and build sustainability skills, providing confidence and overall standards to help businesses, governments, and NGOs develop the best practice in sustainability management.

Learn More

CSRA

Certified Sustainability Reporting Assurer (CSRA) is a professional training program intended for sustainability and assurance practitioners. The program aims to enhance participants’ technical understanding and practical capabilities in conducting sustainability report assurance based on the GRI Standards and ISSA 5000, covering verification of sustainability performance, controls, and reporting processes.

Learn More

CSFS

The Certified Sustainability Financial Specialist (CSFS) Certificationis based on the International Sustainability Standards Board (ISSB) Standards, specifically IFRS1 and IFRS2, which aim to establish a global baseline for sustainability disclosure requirements.

Learn More

  PARTNERS

The National Center for Corporate Reporting (NCCR), formerly known as the National Center for Sustainability Reporting (NCSR), was established in 2005 to support the development of sustainability competencies in Indonesia. NCCR continues to align its programs with global sustainability developments and is recognized as a GRI Certified Training Partner and the IFRS Sustainability Alliance. NCCR organizes an annual sustainability reporting assessment, now known as the Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT), which serves as a platform to promote transparency, accountability, and excellence in sustainability reporting.

ESG Academy is an affiliated company of the National Center for Corporate Reporting (NCCR) that supports organizations and professionals in integrating sustainability into business strategy. Through knowledge sharing and capacity building on Environmental, Social, and Governance (ESG) principles, SG Academy strengthens the capacity of stakeholders to navigate the transition toward sustainable business practices and long-term value creation.

Perkumpulan Assurer Profesional Indonesia (PAPI) is an independent professional organization representing sustainability report assurers in Indonesia, with a strong commitment to integrity, competence, and the quality of assurance practices. Founded in November 2025, PAPI emerged in response to the growing need for reliable assurance of sustainability information. The development of regulations, increasing market expectations, and demands for transparency have reinforced the importance of assurers who possess strong competencies, multidisciplinary understanding, and a high level of independence.

If you have further question, please do not hesitate to contact us.