Konferensi Keberlanjutan ke-9 (The 9th Sustainability Practitioner Conference - SPC) di Universitas Maranatha digelar oleh Institute of Certified Sustainability Practitioners (ICSP) dan National Center for Corporate Reporting (NCCR) bersama Universitas Kristen Maranatha dan Universitas Katolik Parahyangan | 6/11/2024 1:13 pm, by ICSP Editor

Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Konferensi Keberlanjutan ke-9 yang diselenggarakan oleh Institute of Certified Sustainability Practitioners (ICSP), National Center for Corporate Reporting (NCCR), Universitas Kristen Maranatha, dan Universitas Katolik Parahyangan telah menjadi ajang strategis untuk mengangkat peran penting Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.

Acara yang berlangsung pada Kamis (24/10) di Universitas Maranatha, Bandung, ini mengedepankan pentingnya praktik keberlanjutan dalam usaha kecil dan menengah untuk mencapai tujuan Sustainable Development Goals (SDGs).

UMKM dinilai memiliki kontribusi besar dalam mengurangi kemiskinan (SDG 1), meningkatkan kesejahteraan (SDG 2), dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif (SDG 8).

Ketua NCCR Ali Darwin menekankan bahwa UMKM berpotensi besar dalam mendorong keberlanjutan, terutama karena sifat fleksibilitas mereka dalam beradaptasi, fokus pada komunitas lokal, dan efisiensi sumber daya.

“Dengan merangkul praktik berkelanjutan, UMKM tidak hanya dapat meningkatkan dampak lingkungan dan sosialnya tetapi juga meningkatkan daya saing dan keberlanjutan jangka panjang,” ujar Ali dalam keterangan resminya, Jumat (25/10).

Contoh nyata keberhasilan praktik keberlanjutan dalam UMKM ditunjukkan oleh Ni Made Roni, pemilik Made Tea Bali.

Dengan mempekerjakan 200 ibu rumah tangga dari 8 desa di Bali dan menggunakan panel surya sebagai sumber energi, Ni Made menunjukkan bahwa usaha kecil dapat berperan besar dalam membangun ekonomi berkelanjutan sambil merespons permintaan pasar akan produk ramah lingkungan.

Meski demikian, UMKM dihadapkan pada berbagai tantangan seperti terbatasnya akses keuangan, rendahnya pemahaman terhadap keberlanjutan, serta regulasi lingkungan yang kompleks.

Ronald Walla, Ketua Bidang UMKM Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), menyebutkan bahwa riset APINDO menunjukkan 78% perusahaan kecil mengalami kendala akibat persyaratan lingkungan yang ketat, dan 69% pelaku UMKM di Indonesia belum memahami Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

Dalam hal ini, peran pemerintah sangat penting untuk menciptakan iklim yang kondusif bagi UMKM. Kebijakan yang mendukung, insentif finansial, serta penyediaan akses terhadap informasi dan teknologi hijau adalah beberapa langkah yang dapat membantu UMKM dalam menerapkan praktik keberlanjutan.

Melalui SPC, para peserta, termasuk akademisi, pelaku bisnis, dan pembuat kebijakan, dapat berdiskusi tentang solusi keberlanjutan berbasis riset.

Ajang ini juga didukung oleh Pupuk Kaltim dan menghadirkan sembilan karya tulis ilmiah terbaik yang membahas tema ekonomi hijau, pembangunan berkelanjutan, kewirausahaan, hingga teknologi keberlanjutan.

Dengan komitmen bersama dari berbagai pihak, UMKM Indonesia diharapkan dapat terus berkontribusi secara signifikan dalam mencapai SDGs dan membangun ekonomi berkelanjutan yang lebih kuat di masa depan.


Sumber : https://industri.kontan.co.id/news/umkm-berperan-penting-dalam-pembangunan-ekonomi-berkelanjutan-di-indonesia

Categorised in . Submitted by ICSP Editor

Institute of Certified Sustainability Practitioners (ICSP) is an organization for Sustainability Practitioners. Established to educate professionals preserving natural and social capital resources by using principle professional guidelines.

Learn More

  PARTNERS

The National Center for Corporate Reporting (NCCR), formerly known as the National Center for Sustainability Reporting (NCSR), was established in 2005 through the initiative of government bodies, corporations, and distinguished individuals who recognized early on the importance of developing sustainability competencies in Indonesia.

In 2007, the Government of Indonesia introduced regulatory requirements for certain private and public corporations to undertake sustainability initiatives and disclose their sustainability performance. This regulatory development further strengthened the relevance of NCCR’s role in advancing sustainability reporting practices in the country.

Since its establishment, NCCR has continuously aligned its programs with global sustainability developments. It is recognized as a GRI Certified Training Partner and GRI Data Partner, demonstrating its commitment to internationally accepted sustainability reporting standards.NCCR has also organized the Indonesia Sustainability Reporting Awards annually since 2005, which is now known as the Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT), serving as a platform to promote transparency, accountability, and excellence in sustainability reporting.

If you have further question, please do not hesitate to contact us.