AI DAN KEBERLANJUTAN - Konferensi SPC di Malang bahas peran AI dalam keberlanjutan. Teknologi jadi solusi iklim, sosial, dan ekonomi | 25/10/2025 2:56 pm, by ICSP Editor

TRIBUNNEWS.COM – AI dan keberlanjutan adalah konsep yang menggabungkan kekuatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dengan tujuan menciptakan masa depan yang lebih ramah lingkungan, adil secara sosial, dan efisien secara ekonomi. 

AI adalah teknologi yang mampu menganalisis data besar, mengenali pola, dan membuat keputusan otomatis.

Dalam konteks keberlanjutan, AI digunakan untuk mengurangi emisi karbon melalui optimasi energi dan transportasi.

 

Memantau lingkungan secara real-time, seperti kualitas udara, deforestasi, atau polusi laut. Memprediksi risiko iklim dan bencana alam untuk mitigasi lebih dini.

Mendorong efisiensi rantai pasok, mengurangi limbah dan konsumsi sumber daya.

AI penting untuk keberlanjutan karena AI bisa bekerja dalam skala global, memproses data dari berbagai sumber secara simultan.

Mempercepat pengambilan keputusan berbasis data untuk kebijakan lingkungan dan sosial.

Membantu pemerintah, bisnis, dan masyarakat sipil berkolaborasi dalam mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Memanfaatkan teknologi digital, khususnya kecerdasan buatan atau AI, demi tercapainya keseimbangan antara inovasi, efisiensi, dan tanggung jawab sosiallingkungan. 

Fungsi AI saat ini bergeser dari alat efisiensi menjadi solusi aktif untuk masalah ekonomi, lingkungan, dan sosial. 

Dengan kemampuannya mengolah miliaran data dari seluruh dunia, AI membantu kita menemukan cara paling efisien untuk menghemat energi dan mengurangi jejak karbon.

Lebih dari itu, AI mampu memproyeksikan masa depan iklim dan mengantisipasi risiko sebelum bencana benar-benar terjadi.

 

Hal ini memberi kita peluang bertindak sebelum terlambat. 

Transformasi digital dan kecerdasan buatan kini menjadi dua kekuatan besar yang membentuk masa depan ekonomi global.

Namun, kemajuan tersebut harus diimbangi dengan tanggung jawab etis, sosial, dan ekologis. 

Teknologi hanyalah sebaik nilai-nilai yang menuntunnya. Dengan pendekatan yang berkelanjutan, AI dapat menjadi motor penggerak bagi ekonomi hijau dan pembangunan yang lebih adil.

Teknologi tidak hanya berfungsi sebagai alat pertumbuhan, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun masa depan yang inklusif dan berkelanjutan. 

 

Manfaat Penggunaan AI

Penggunaan AI dapat menjadi peluang bagi semua pihak untuk berkontribusi dalam pencapaian target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainability Development Goals (TPB/SDGs). 

Sesungguhnya, kecerdasan buatan telah mulai mengubah lanskap keberlanjutan.

Teknologi ini memungkinkan kita memprediksi kebutuhan energi, memantau emisi secara real-time, mengoptimalkan rantai pasok, serta menganalisis data lingkungan dan sosial dalam skala yang sebelumnya tak terbayangkan. 

AI dapat membantu bisnis mengantisipasi risiko iklim, memberdayakan pemerintah untuk merancang kebijakan yang lebih cerdas, dan mempercepat penelitian yang berdampak nyata.

AI menjadi bukti bahwa teknologi dapat menjadi mitra penting dalam perjalanan memperkuat transformasi keberlanjutan di Indonesia.

Lebih dari sekadar hasil, keberlanjutan adalah proses panjang menuju perubahan yang berarti, dan itu bisa dicapai melalui inovasi dan kolaborasi. 

Acara ini diselenggarakan Institute of Certified Sustainability Practitioners (ICSP)  bersama National Center for Corporate Reporting (NCCR) 

“Sustainability in the Age of Artificial Intelligence (AI)” menjadi tema dalam acara tahunan, Sustainability Practitioner Conference (SPC) yang digelar di Malang, Jawa Timur. 


Baca dari sumber berita  judul AI dan Keberlanjutan, https://www.tribunnews.com/tribunners/7746435/ai-dan-keberlanjutan

Categorised in . Submitted by ICSP Editor

Institute of Certified Sustainability Practitioners (ICSP) is an organization for Sustainability Practitioners. Established to educate professionals preserving natural and social capital resources by using principle professional guidelines.

Learn More

  PARTNERS

The National Center for Corporate Reporting (NCCR), formerly known as the National Center for Sustainability Reporting (NCSR), was established in 2005 through the initiative of government bodies, corporations, and distinguished individuals who recognized early on the importance of developing sustainability competencies in Indonesia.

In 2007, the Government of Indonesia introduced regulatory requirements for certain private and public corporations to undertake sustainability initiatives and disclose their sustainability performance. This regulatory development further strengthened the relevance of NCCR’s role in advancing sustainability reporting practices in the country.

Since its establishment, NCCR has continuously aligned its programs with global sustainability developments. It is recognized as a GRI Certified Training Partner and GRI Data Partner, demonstrating its commitment to internationally accepted sustainability reporting standards.NCCR has also organized the Indonesia Sustainability Reporting Awards annually since 2005, which is now known as the Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT), serving as a platform to promote transparency, accountability, and excellence in sustainability reporting.

If you have further question, please do not hesitate to contact us.